Informasi › Berita
-
Strategi Tekan Inflasi, Badung Panen Raya 26 Ton Bawang Super di Lahan 2 Hektar
I NYOMAN GEDE ARDI YANA PUTRA, S.KOM
Selasa, 29 September 2026 15:58 WITA | 26 kali dibaca
Foto : strategi Tekan Inflasi, Badung Panen Raya 26 Ton Bawang Super Di Lahan 2 Hektar Pemkab Badung memanen 26 ton bawang merah varietas Super Philip di lahan seluas 2 hektar wilayah Subak Delod Sema, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi. Panen raya ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga pasokan pangan sekaligus menekan laju inflasi.
"Hari ini petani membuktikan bahwa Kabupaten Badung sangat potensial untuk budidaya bawang merah sesuai arahan teknis Dinas Pertanian. Dari total 12 hektar pengembangan di Badung, wilayah Sading mendapat jatah 2 hektar yang hasilnya sangat baik," kata Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Badung, I Made Agus Aryawan, Selasa (29/9/2026).
Kualitas panen di kawasan tersebut dinilai optimal karena setiap rumpun mampu menghasilkan 8 hingga 9 butir bawang bahkan lebih. Capaian produksi ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah di luar komoditas utama Gumi Keris seperti beras.
"Hasil panennya sangat baik dengan jumlah butiran di setiap rumpun mencapai 8 sampai 9 bahkan lebih. Produksi ini sejalan dengan kebijakan Bapak Bupati untuk mendorong sektor pertanian agar terus bangkit," ujar mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Badung.
Bawang merah, kata Agus, diposisikan sebagai komoditas strategis daerah karena pergerakan harganya kerap menjadi pemicu utama inflasi. Ketersediaan stok lokal yang stabil dinilai ampuh mencegah lonjakan harga yang terlampau tinggi di pasaran.
"Bawang merah ini komoditas strategis yang tidak hanya untuk konsumsi, tetapi juga berpengaruh pada pengendalian inflasi daerah. Kami bersyukur ketersediaan bawang di Badung terjaga baik dari hasil petani lokal maupun pasokan luar sehingga harga tidak melonjak," tuturnya.
Para petani diimbau untuk terus membudidayakan bawang merah secara berselang-seling di antara musim tanam padi. Langkah rotasi tanaman ini ditunjang oleh pendampingan teknis secara berkesinambungan dari jajaran Dinas Pertanian dan Pangan.
"Kami mendorong petani khususnya di Subak Delod Sema agar terus menanam bawang merah di sela-sela budidaya padi. Hasilnya bagus dan metode pengerjaannya berjalan baik berkat pendampingan rutin dari dinas," ucapnya.
Pemerintah daerah kini fokus membangun ekosistem rantai pasok yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Keterlibatan Perumda Pasar dan Pangan Badung disiapakan untuk menyerap hasil panen petani agar harga di tingkat produsen tidak merosot.
"Kendalanya tentu kita harus punya ekosistem terintegrasi antara produsen, konsumen, dan Perumda Pasar sebagai offtaker. Pemkab Badung mendorong optimalisasi Perumda Pasar untuk menyerap produk tani dan membuka akses hingga ke sektor pariwisata," kata Agus.
Sementara, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung gencar mendorong petani merotasi tanaman padi dengan komoditas hortikultura demi menjaga kesuburan tanah. Langkah ini dilakukan agar lahan pertanian tidak mengalami penurunan produksi akibat tingkat keasaman tanah yang terus meningkat.
"Selain padi, petani wajib mengatur pola tanam palawija. Dalam hal ini adalah hortikultura ini harus kita galakkan, karena ini juga akan berdampak terhadap kesuburan tanah," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung, Anak Agung Raka Sukadana.
Kata Agung Raka, para petani di Subak Delod Sema menyepakati pembentukan kelompok tani khusus penanaman hortikultura. Kelompok tani ini diharapkan menjaga keberlanjutan produksi bawang merah yang hasil panen sebelumnya sukses diserap pasar, seperti bawang merah ini.
"Nah, untuk ke depan, kami sudah berdiskusi dengan beberapa petani, akan dibentuk suatu kelompok. Nah, kelompok tani yang khusus untuk menanam horti, dalam hal ini adalah bawang merah," ungkap Raka Sukadana.
Agung Raka juga menegaskan program diversifikasi dan pengembangan kawasan hortikultura ini diproyeksikan terus berlanjut hingga tahun 2027 mendatang. Selain di Kecamatan Mengwi, sebaran lokasi penanaman bawang merah juga diperluas ke wilayah Kecamatan Petang hingga Abiansemal.
Bagikan
Abiansemal Epic 2026: Ajang Unjuk Gigi Kemampuan B...
- 1 jam yang lalu
Strategi Tekan Inflasi, Badung Panen Raya 26 To...
- 1 jam yang lalu
Dorong Daya Saing Kriya Lokal, Pemkab Badung Gelar...
- 1 hari yang lalu
TPAKD Badung Edukasi Kader Posyandu Kuta soal Keua...
- 1 hari yang lalu
Jong Fest 2026 Jadi Pesta Rakyat Kapal: Tradisi Te...
- 1 hari yang lalu
-
PERSYARATAN, KELENGKAPAN ADMINISTRASI DAN TAHAPAN SELEKSI DEWAS PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM TIRTA MANGUTAMA KABUPATEN BADUNG
Selasa, 20 Januari 2026 15:27 WITA -
PERSYARATAN, KELENGKAPAN ADMINISTRASI DAN TAHAPAN SELEKSI DIREKSI UMUM PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM TIRTA MANGUTAMA KABUPATEN BADUNG
Selasa, 20 Januari 2026 14:41 WITA -
Open Recruitment DEWAS Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung
Kamis, 27 November 2025 13:09 WITA -
Open Recruitment DIREKSI Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung
Kamis, 27 November 2025 13:02 WITA




