Informasi › Berita
  • Disbud Badung bersama Desa Adat Kerobokan Gelar Upacara Nangluk Merana dan Mapekelem di Pura Mas Ceti Ulun Tanjung Petitenget, Mohon Kesuburan untuk Petani

    Admin Web Badung

    Rabu, 4 Maret 2026 08:59 WITA | 36 kali dibaca

    Disbud Badung bersama Desa Adat Kerobokan Gelar Upacara Nangluk Merana dan Mapekelem di Pura Mas Ceti Ulun Tanjung Petitenget, Mohon Kesuburan untuk Petani
    Foto : Disbud Badung Bersama Desa Adat Kerobokan Gelar Upacara Nangluk Merana Dan Mapekelem Di Pura Mas Ceti Ulun Tanjung Petitenget, Mohon Kesuburan Untuk Petani

    Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) melaksanakan Upacara Nangluk Merana dan Mapekelem di Pura Mas Ceti Ulun Tanjung Petitenget, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Selasa (3/3/2026).

     

    Upacara sakral ini rutin dilaksanakan setiap tahun bertepatan dengan Purnama Sasih Kesanga sebagai wujud bhakti dan permohonan kesuburan bagi alam serta kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.

     

    Upacara Nangluk Merana dan Mapekelem memiliki makna spiritual yang mendalam. Ritual ini ditujukan untuk memohon anugerah kesuburan kepada Ida Bhatara Baruna serta para Dewa-Dewi yang berstana di Pura Masceti Ulun Tanjung Petitenget, agar masyarakat, khususnya para petani, senantiasa diberikan hasil pertanian yang subur dan panen yang melimpah.

     

    Hadir mewakili Bupati Badung, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Made Widiana, SS., M.Hum., menyampaikan bahwa pelaksanaan upacara ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga tradisi dan keseimbangan alam.

     

    “Hari ini saya mewakili Bapak Bupati untuk menghadiri pelaksanaan Upacara Nangluk Merana dan Mapekelem di Pura Mas Ceti Ulun Tanjung Petitenget. Tujuan utama upacara ini adalah memohon kesuburan kepada Ida Bhatara Baruna serta Dewa-Dewi yang berstana di sini, agar masyarakat, khususnya para petani, dianugerahi kesuburan dan panen yang melimpah,” ujarnya.

     

    Dalam pelaksanaannya, upacara menggunakan sarana berupa sapi biang belang kebang, yakni sapi betina yang telah pernah melahirkan dan memiliki ciri warna hitam pada bagian ketiaknya. Sarana ini mengandung simbol filosofis yang kuat dalam tradisi Bali.

     

    “Upacara hari ini menggunakan sapi biang belang kebang, yaitu sapi yang sudah pernah melahirkan dan memiliki warna hitam di bagian ketiaknya. Ini menyimbolkan sosok ibu yang mampu memberikan kesuburan, baik yang bersifat positif maupun negatif, sebagai bagian dari keseimbangan alam. Harapannya, seluruh sektor pertanian di Bali, khususnya di Kabupaten Badung, dapat memperoleh kesuburan dan panen yang melimpah,” jelas Widiana.

     

    Ia menambahkan bahwa prosesi upakara dilaksanakan di Pura Masceti Ulun Tanjung Petitenget, sementara ritual pakelem dilangsungkan di areal Pantai Petitenget sebagai bagian dari rangkaian persembahan kepada penguasa laut, yakni Ida Bhatara Baruna.

     

    “Semoga upacara ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, dan Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa bersinergi dengan masyarakat, khususnya para pengempon pura, sehingga kemakmuran dan kesuburan wilayah Badung tetap terjaga,” tutupnya.

     

    Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Badung AA Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Badung, Pamucuk Parajuru Pura Dang Kahyangan Petitenget lan Pura Masceti Ulun Tanjung A.A. Ngurah Rai Yuda Darma, Bendesa Adat se-Badung, para pemangku, serta krama Desa Adat Kerobokan.


    Bagikan

TENTANG

Pemerintah Kabupaten Badung

Ini adalah website resmi Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, Indonesia.

Alamat
Jl. Raya Sempidi, Mangupura, Badung, Bali.

Media Sosial

KONTAK KAMI

  • Jl. Raya Sempidi, Mangupura, Badung, Bali.

  • 0361 419888

  • diskominfo@badungkab.go.id

  • www.badungkab.go.id

FACEBOOK