Informasi › Berita
-
Sanggama Rohani Getarkan Ardha Candra, Tradisi Tipat Bantal Pukau PKB XLVIII
Admin Web Badung
Selasa, 7 Juli 2026 10:14 WITA | 225 kali dibaca
Foto : Sanggama Rohani Getarkan Ardha Candra, Tradisi Tipat Bantal Pukau Pkb Xlviii Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Provinsi Bali, bergemuruh saat Sanggar Seni Tugek Carangsari, dari Banjar Pemijian, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Duta Kabupaten Badung, menampilkan garapan kolosal bertajuk "Sanggama Rohani" pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Jumat (3/7) malam. Mengusung kekuatan tradisi dan nilai spiritual, pertunjukan ini sukses memikat ribuan penonton yang memadati arena pertunjukan.
Mengangkat kisah perjalanan Patih Kebo Iwa, garapan tersebut mengisahkan saat Raja Bumi Banten mengutus Kebo Iwa untuk merestorasi Pura Sada di Desa Kapal. Dalam perjalanannya bersama empat pengabih, Kebo Iwa mendapati masyarakat Desa Kapal tengah dilanda wabah penyakit.
Di tengah situasi tersebut, Kebo Iwa melakukan meditasi di Pura Sada hingga memperoleh pawisik atau petunjuk spiritual agar masyarakat melaksanakan ritual penyucian roh. Ritual tersebut kemudian diwujudkan melalui Tradisi Tipat Bantal yang hingga kini masih dilaksanakan setiap Sasih Purnama Kapat sebagai simbol penyucian sekaligus keharmonisan kehidupan.
Pertunjukan kolosal ini memadukan tari, dramatari, musik tradisional, serta tata artistik yang megah, sehingga mampu menghadirkan suasana sakral sekaligus spektakuler di atas panggung. Tak hanya menyuguhkan hiburan, garapan ini juga menjadi media edukasi tentang kekayaan warisan budaya Kabupaten Badung.
Koreografer sekaligus penata kostum, Gusti Ngurah Gede Oka Wiratmaja, mengatakan penampilan tahun ini terasa sangat istimewa karena mengangkat salah satu tradisi yang masih lestari di Desa Adat Kapal, yakni Tradisi Tipat Bantal. Sebanyak kurang lebih 150 seniman terlibat dalam menyukseskan pertunjukan kolosal tersebut.
"Hari ini sangat spesial karena kami menampilkan sebuah tradisi tentang Siat Tipat Bantal yang ada di Desa Adat Kapal. Tradisi inilah yang kami angkat pada kesempatan kali ini bersama sekitar 150 peserta," ujarnya.
Menurutnya, pemilihan tema tersebut didasari keinginan memperkenalkan salah satu kekayaan budaya Kabupaten Badung kepada masyarakat luas melalui panggung PKB.
Ia menjelaskan, Tipat Bantal memiliki makna filosofis yang sangat mendalam sebagai simbol pertemuan purusa dan pradana, atau laki-laki dan perempuan, yang melahirkan kehidupan baru. Filosofi itulah yang ingin diterjemahkan dalam garapan seni yang ditampilkan.
"Tipat Bantal merupakan simbol pertemuan purusa dan pradana. Dari pertemuan itu lahir kehidupan baru. Filosofi tersebut kami harapkan juga mampu melahirkan karya-karya baru yang terus menjaga dan mengembangkan tradisi Bali," jelasnya.
Melalui garapan "Sanggama Rohani", Sanggar Seni Tugek Carangsari tidak hanya menghadirkan tontonan yang memukau, tetapi juga mengajak masyarakat untuk memahami nilai spiritual, filosofi kehidupan, serta pentingnya menjaga tradisi leluhur sebagai identitas budaya Bali.
Bagikan
Di Puncak Swakarya Praba 2026, Anak Badung Merayak...
- 17 jam yang lalu
Swakarya Praba 2026, Saat Anak-anak Badung Bebas B...
- 2 hari yang lalu
Tanjung Benoa Jadi Contoh Kesiapsiagaan Tsunami, P...
- 2 hari yang lalu
86 Pecatur Cilik Berlaga, Benteng Mataram Cup I Bi...
- 2 hari yang lalu
Ciptakan Kelancaran Lalu Lintas, Pemkab Badung Aja...
- 4 hari yang lalu
-
PERSYARATAN, KELENGKAPAN ADMINISTRASI DAN TAHAPAN SELEKSI DEWAS PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM TIRTA MANGUTAMA KABUPATEN BADUNG
Selasa, 20 Januari 2026 15:27 WITA -
PERSYARATAN, KELENGKAPAN ADMINISTRASI DAN TAHAPAN SELEKSI DIREKSI UMUM PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM TIRTA MANGUTAMA KABUPATEN BADUNG
Selasa, 20 Januari 2026 14:41 WITA -
Open Recruitment DEWAS Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung
Kamis, 27 November 2025 13:09 WITA -
Open Recruitment DIREKSI Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung
Kamis, 27 November 2025 13:02 WITA




