<div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 14px;">SEDANG- 20/1/2019</span></div> <div style="text-align: justify;"> &nbsp;</div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 14px;">Adat istiadat dan kebudayaan Masyarakat Bali yang masih terjaga keasliannya hingga saat ini menarik banyak wisatawan yang ingin melihatnya dan mengikutinya secara langsung. Salah satu kebudayaan yang menarik sekaligus menghibur yang ada di Bali adalah ogoh-ogoh.&nbsp;</span></div> <div style="text-align: justify;"> &nbsp;</div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 14px;">Seperti yang dilakukan oleh anak-anak Desa Sedang, Abiansemal, Badung yang masih tetap semangat untuk membuat ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi. Dalam pembuatan ogoh-ogoh tersebut memang memerlukan waktu yang cukup lama untuk dapat menyelesaikannya, apalagi menggunakan bahan yang ramah lingkungan tidak boleh menggunakan gabus atau styrofoam, oleh karena itu rasa gotong royong harus diterapkan demi hasil yang terbaik.&nbsp;</span></div> <div style="text-align: justify;"> &nbsp;</div> <div style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 14px;">Sekretaris Desa Sedang I Gusti Ngurah Suarnawa, S.Pd mengatakan &quot;pemakaian gabus sebagai bahan untuk membuat ogoh-ogoh karena dapat menganggu kesehatan tubuh dan dapat merusak lingkungan. Pasalnya, di dalam gabus atau styrofoam terdapat kandungan zat-zat kimia yang berbahaya dan jika terbakar, zat-zat kimia tersebut akan merusak ekosistem alam serta dapat menganggu kesehatan manusia, khususnya dalam sistem pernapasan&quot;, tuturnya. (004/KIMSDG)</span></div>
Kreativitas Pembuatan Ogoh-ogoh di Desa Sedang
20 Jan 2019