<p style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 14px;">SEDANG - 29/8/2018</span></p> <p style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 14px;">Sampah sering kali menjadi fenomena masalah yang belum bisa diselesaikan secara efektif. Berbagai strategi sudah dilakukan baik oleh pemerintah, maupun lembaga dan para pegiat lainnya. Kesadaran masyarakat yang masih rendah untuk mengolah sampah, menjadi salah satu persoalan besar yang selalu menjadi alasan munculnya dampak dari sampah. Sementara itu, sampah baru selalu dihasilkan oleh masyarakat dalam kehidupan kesehariannya.</span></p> <p style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 14px;">Di Desa Sedang, Abiansemal, Badung yang sudah menginisiasi pengolahan sampah melalui TPA, dan juga pembuatan “Bank Sampah” yang dikelola oleh masyarakat di lingkungannya. Masih sering kali menimbulkan persoalan dalam proses pengolahan sampah, karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk memisahkan sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik dan sampah anorganik harus dipisahkan karena proses pengolahannya yang berbeda.</span></p> <p style="text-align: justify;"> <span style="font-size: 14px;">I Gusti Ngurah Suarnawa, S.Pd selaku sekretaris Desa Sedang mengajak masyarakat untuk bijak dalam pengolahan Sampah Organik, sampah organik seperti daun gugur, sampah dari sisa pertanian, sampah dari sayuran dapur, dan jenis sampah organik lainnya. Bisa diolah sendiri oleh masyarakat menjadi pupuk kompos, yang tentunya akan memberikan manfaat yang lebih kepada masyarakat, ungkapnya. (004/KIMSDG)</span></p>
Bijak Dalam Pengolahan Sampah Organik
29 Aug 2018