<p style="text-align: justify;"> <span style="font-family: arial, sans-serif; font-size: 12.8px;">SEDANG - 07/07/18</span><br style="font-family: arial, sans-serif; font-size: 12.8px;" /> <br style="font-family: arial, sans-serif; font-size: 12.8px;" /> <span style="font-family: arial, sans-serif; font-size: 12.8px;">Jum'at kemarin tanggal 6 Juli 2018 sekitar pukul 22.00 Wita terlihat masyarakat sedang berkumpul di sebelah utara Pura Kahyangan Dalem Desa Adat Sedang.  Walaupun sedang ada pementasan seni pencalonarangan tetapi mereka tetap antusias menonton tim jagoan mereka bertanding. </span><br style="font-family: arial, sans-serif; font-size: 12.8px;" /> <br style="font-family: arial, sans-serif; font-size: 12.8px;" /> <span style="font-family: arial, sans-serif; font-size: 12.8px;">  Tim yang berlaga pada perempat final saat itu adalah kesebelasan Prancis melawan kesebelasan Uruguay. Terdengar sorak soroai penonton Piala Dunia saling sahut dengan para Penonton Calonarang disaat para pelawak berguyonan. </span><br style="font-family: arial, sans-serif; font-size: 12.8px;" /> <br style="font-family: arial, sans-serif; font-size: 12.8px;" /> <span style="font-family: arial, sans-serif; font-size: 12.8px;">  Bendesa Adat Sedang Ir. Made Bujastra mengatakan jika hal ini tergolong wajar karena Sepak Bola adalah olahraga   paling banyak penggemar di Dunia dan karena Piala Dunia hanya diadakan empat tahun sekali maka hal itu yang mengakibatkan banyaknya masyarakat yang menunggu nunggu pertandingan tersebut "terangnya". (006/KIMSDG)</span></p>
Demam PILDUN Menyerang Desa Sedang
08 Jul 2018