Laksanakan Tawur Panca Kelud, Upacara Dipuput Oleh 3 Sulingih

  • 09 Agustus 2019
  • Dibaca: 90 Pengunjung
Laksanakan Tawur Panca Kelud, Upacara Dipuput Oleh 3 Sulingih

SEDANG - 09/08/19

Sebelum hari H dalam Karya Pemelaspas Penyakap Pengerapuh Lan Bumi Suda yang bertempat di Pura Puseh Desa Adat Sedang yang jatuh pada Anggara Keliwon Medangsia, 13 Agustus 2019, dilakukannya terlebih dahulu upacara Tawur Panca Kelud, Bumi Sudha dan Nyakap 2 Soroh pada hari Sukra Umanis Langkir, 9 Agustus 2019. 

Menurut dosen upakara STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Dra. Wayan Murniti, M.Ag, salah satu binatang yang mutlak ada sebagai sarana upakara dalam Caru Panca Kelud, yakni Asu Bang Bungkem. 

Asu Bang Bungkem terdiri dari kata Asu, Bang, dan Bungkem. Asu berarti anjing, sedangkan Bang berarti merah, dan Bungkem berarti diam. Jadi , Asu Bang Bungkem berarti Anjing yang berwarna merah pada badannya, namun moncong mulut dan ekornya berwarna hitam.

Ke-tiga sulinggih yang memuput upacara tawur panca kelud adalah Ratu Peranda Gria Tegeh Angantaka, Ratu Peranda Budha Gria Tegal Jadi Tabanan dan Jero Gede Sibang. Upacara dilmulaipukul 13.00 wita dan selesai pukul 16.00 wita.

Bendesa Adat Sedang Ir. Made Bujastra mengatakan "penggunaan Asu Bang Bungkem sebagai sarana untuk menetralisasi, energi dari negatif menjadi positif, sehingga menjadi seimbang. Bahkan, kekuatan Asu Bang Bungkem untuk menetralisasi energi negatif menjadi positif tidak hanya dipergunakan untuk di pekarangan rumah saja. Melainkan di sebuah daerah, bila mengalami musibah, karang panes, karang tenget, pamali agung, terserang hama untuk lahan pertanian", paparnya. (006/KIMSDG)

 

  • 09 Agustus 2019
  • Dibaca: 90 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita